PENGGUNAAN DOSIS PUPUK NITROGEN, FOSFOR, KALIUM YANG TEPAT UNTUK TANAMAN TOMAT
PENGGUNAAN DOSIS PUPUK NITROGEN,
FOSFOR, KALIUM YANG TEPAT UNTUK TANAMAN TOMAT
Disusun Oleh
Kelompok : I
Nama Anggota :
1.
Fandy (21701032073)
2.
Isnawiyah (21701032077)
3.
Is
Wahyuni Yunus (21721032105)
4.
Lika T (21701032089)
5.
Rusliadi (21701032071)
6.
Umam Ahmad S (21701032086)
FAKULTAS PERTANIAN PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Jalan Mayjen Haryono 193, Malang
2017
Penggunaan Dosis Pupuk Nitrogen,
Fosfor, Kalium Yang Tepat Untuk Tanaman Tomat
Is wahyuni yunus(21711032105), Isnawiyah(21701032077),
Rusliadi(21701032071), Umam Ahmad S (21701032086), Fandy (21701032073), Lika T
(21701032089)
Agribisnis 1 C, UNISMA
Pupuk
merupakan kunci kesuburan tanah
karena berisi satu atau lebih
unsur untuk meggantikan unsur yang habis terisap tanah, pupuk dibedakan menjadi dua kelompok
berdasakan asalnya, yaitu pupuk organik (pupuk kandang, kompos, humus dan pupuk
hijau) dan anorganik (pupuk N, P dan K). Fungsi pupuk
Nitrogen, Fosfor dan Kalium yaitu: (Lingga, 2008)
A. Nitrogen (N)
Nitrogen
(N) adalah pupuk yang memiliki fungsi
merangsang pertumbuhan secara keseluruhan, khususnya batang, cabang, dan
daun. Selain itu, nitrogen juga
berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses
fotosintesis, pembentukan protein,
lemak, dan berbagai persenyawaaan organik lainya. Kandungan pupuk nitrogen
terdapat pada Urea.
Pupuk Urea mengadung Nitrogen 40%. Manfaat pupuk urea
jika diberikan pada tanaman maka unsur hara nitrogen dalam tanah cukup, karena
nitrogen merupakan unsur hara makro primer yang sangat dibutuhkan tumbuhan.
Nitrogen berperan dalam pembentukan sel, jaringan, dan organ tanaman. Urea
berfungsi sebagai bahan sintetis kloropil, protein dan asam amino. Karena itu
kehadiran nitrogen dibutuhkan dalam jumlah besar, terutama saat pertumbuhan
vegetative. Bersama fospor (P), nitrogen digunakan untuk mengatur pertumbuhan
tanaman secara keseluruhan.
Penggunaan
dosis pupuk urea yang baik menurut (Syaifudin, 2013) dalam percobaanya
menggunakan pupuk urea yang diberikan pada tanaman dengan berbagai jenis dosis menggunakan
rancangan petak-petak terpisah, penggunaan dosis 500 kg/ha menghasilkan rata
rata berat buah paling banyak yaitu 225,51 g a. Produksi buah tomat sesuai
dengan dosis pupuk urea dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Produksi buah tomat sesuai dosis pupuk urea
Dosis (Kg/ha)
|
Rata-rata berat buah (g)
|
500
|
225,51 a
|
250
|
196,28 b
|
125
|
181,71 bc
|
0
|
171,01 c
|
Sumber:
Syaifudin (2013)
B. Fosfor (P)
Fosfor (P)
bagi tanaman berguna untuk merangsang tumbuhan akar, khususnya akar benih dan
tanaman muda. Selain itu, fosfor berfungsi sebagai bahan mentah untuk pembentukan
sejumlah protein tertentu, membantu asimilasi dan pernapasan serta mempercepat
pembungaan, pemasakan pemasakan biji dan buah.
Pupuk Fosfor (P) terdapat pada pupuk tunggal TSP dan SP36, dan juga
terdapat pada pupuk majemuk Phonska.
Pupuk NPK Phonska (15:15;15) merupakan salah satu produk
NPK yang memiliki kandungan N 15%, fosfor 15%, sulfur 10% dan air 2%. Pupuk
majemuk ini hampir seluruh larut dalam air, sehingga unsur hara dalam phonska
dapat segera diserap dan digunakan oleh tanaman dengan efektif.
Penggunaan
pupuk P dalam pupuk majemuk NPK (Phonska) dengan kandungan N, P, K (15:15:15) yang
baik dalam penelitian (Ulfa, 2014) percobaan pupuk phonska dengan dosis P0 (0
gram/tanaman sebagai kontrol), P1(10 gram/tanaman), P2 (20 gram/tanaman), P3
(30 gram/tanaman), dan P4 (40 gram/tanaman). pemberian pupuk phonska dilakukan
dengan cara tugal dan diberi sebanyak dua kali yaitu ½ dosis (50%) pada awal
penanaman dan ½ dosis (50%) saat tanaman mulai berbunga (memasuki vase
generatif). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk Phonska dengan berbagai dosis
memberikan pengaruh nyata pada tanaman tomat dibandingkan dengan tanaman
kontrol, baik segi vegetatif maupun generatif, dosis pupuk phonska yang tepat
untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat adalah 30 gram, tanaman (P3)
karena dapat meningkat bobot buah tanaman sebesar 112,7%.
C. Kalium (K)
Kalium adalah
pupuk yang memiliki fungsi membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium
juga berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur , sumber kekuatan bagi
tanaman dalam meghadapi kekeringan penyakit.
Pupuk KCL mengandung 48 s/d 60% K20 (Potasium Klorida).
Pupuk ini berfungsi untuk menambah unsur hara potasium klorida. Kalium berperan sebagai pengatur proses fisikologi
tanaman sebagai fotosintesis, akumulasi, translokasi karbohidrat, membuka
menutupnya stomata atau mengatur distribusi air dalam jaringan.
Pupuk
kalium terdapat pada pupuk KCL, penggunaan pupuk KCL akan memberikan hasil yang
baik untuk tanaman tomat apabila penggunaan dan dosis pemakainya tepat. Dalam penelitian yang dilakukan (Rosyidah,
2017) aplikasi penggunaan pupuk KCL (K) ditambah penggunaan Pupuk sp-36 (P) dan
Urea (N) untuk mengatahui dosis yang paling tepat untuk menghasilkan bobot buah
tomat yang optimum. Pupuk sp-36 diberikan
pada tanaman 3 hari setelah transplanting dengan dosis 150 kg/ha, urea diberikan pada tanaman tomat pada umur 7
hari setelah transplanting dengan dosis 150kg/ha dan aplikasi pupuk kcl
dilakukan saat tanaman tomat mencapai umur 7 hari setelah transaplanting dengan
dosis sesuai perlakuan. Penelitian ini menggunakan pupuk KCL dengan dosis
0kg/ha, 75kg/ha, 150kg/ha, 225 kg/ha dan 300kg/ha. Persentase fruit set, jumlah buah dan bobot
buah pada berbagai dosis KCL dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Persentase
fruit set, jumlah buah dan bobot buah pada berbagai perlakukan dosis KCL
Dosis pupuk KCL
|
Fruitset (%)
|
Jumlah buah (Buah)
|
Bobot buah(g)
|
0 kg ha-1
|
48,14
|
13, 86 a
|
709,84 a
|
75 kg ha-1
|
56,23
|
15,82 b
|
787,61 b
|
150 kg ha-1
|
58,17
|
17,09
|
820, 67 bc
|
225 kg ha-1
|
59,99
|
16,02
|
833,88 c
|
300 kg ha-1
|
52,74
|
17,09 b
|
825,48
|
LSD 5%
|
TN
|
1,84
|
34,68
|
Sumber: Rosyidah (2017)
Tabel 2 menjelaskan
bahwa penggunaan pupuk kalium dengan dosis pupuk yang semakin meningkat akan
meningkatkan bobot buah pada tanaman tomat,
selanjutnya melewati titik
optimum terjadi penurunan bobot yang bernilai ekonomis. Penggunaan pupuk kalium (KCL) yang
menghasilkan produksi paling optimum yaitu dosis 225kg/ha menghasilkan 833,88 g
bobot buah tomat, setelah itu penggunaan dosis yang lebih tinggi produksinya
akan semakin menurun, penggunaan dosis 300kg ha-1 menghasilkan bobot buah
sebanyak 825,48 g menurun sebanyak 8,4 gram.
DAFTAR
PUSTAKA
Lingga. 2008. Petunjuk Penggunaan pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
[internet]. [cited 8 Januari 2018]. Avaible from:
Rosyidah, A. 2017. Hasil dan Kualitas Tomat (Lycopersicum esculentum L) Pada Berbagai Pemberian Pupuk Kalium.
[internet]. [cited 9 Januari 2018]. Avaible from :
https://semnas.unikama.ac.id/lppm/prosiding/2017/2.PANGAN%20&%20TERNAK/Anisrosyidah_Unisma_Penelitian_PangandanTernak.pdf
Syaifuddin, Dahlan dan Buhaerah. 2013. Pengaruh Urea Terhadap Tanaman
Tomat. Jurnal Agrisistem. STTP Gowa. [internet]. [cited 8 Januari 2018].
Avaible from:
Ulfah, fitria. 2014. Pengaruh Pupuk
Phonska Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum
esculentum mill). ETD Unsyiah.Banda aceh. [internet]. [cited 8 Januari
2018]. Avaible from:
http://etd.unsyiah.ac.id/index.php?p=show_detail&id=4393

Komentar
Posting Komentar